Sumbangan : Wahyudiono
Beberapa waktu yang lalu, saya hanyut dalam rangkaian ritual “chatting” di facebook dengan Mas Wahyudiono, seorang pilot yang “doyan apa saja”, mulai dari klenengan, wayang kulit sampai kethoprak. Untuk musik modern, dia menyukai jazz. Pembicaraan kami berujung pada permohonan saya untuk dia berkenan berbagi MP3 Shakatak yang ternyata dipenuhinya juga beberapa hari kemudian. Setelah saya download kemudian saya nikmati. Sebagaimana definisi yang dikemukakan oleh Aristoteles bahwa Musik bunyi yang dibuat atau ditimbulkan secara sengaja oleh seseorang atau sekelompok orang yang bisa diterima oleh individu dengan pemahaman yang berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang., yang dapat menenteramkan hati dan menumbuhkan jiwa patriotisme maka Shakatak memenuhi hampir semua syarat tentang sebuah musik.
Kendati saya telah lama mendengar Grup Musik ini, ternyata saya baru menyadari bahwa refernsi saya tentang Shakatak sangat jauh dari kata cukup. maka saya browsing untuk sekedar memberikan sedikit ilustrasi tentang grup musik hebat ini.
Grup Musik Shakatak, yang terdiri dari Bill Sharpe (pianis), Roger Odell (drum), Jill Saward (vokalis), George Anderson (gitar bass), Keith Winter (gitar). Grup musik yang beraliran Jazz / Funk yang telah terkenal di dunia ini lahir di Inggris.
Mereka telah mengadakan konser-konser berkaliber taraf internasional, namun mereka juga pernah mengadakan konser pada momen-momen penting dunia seperti waktu Jerman Barat dan Jerman Timur bersatu pada tahun 1989, Pesta Millenium di Cape Town, Afrika Selatan pada tahun 2000, dan di Japan’s Budoken Hall yang memenangkan Silver Award di Tokyo International Song Festival.
Musik-musik mereka juga memenangkan award untuk kategori “Best Instrumental Album” selama 3 tahun berturut-turut, album-album Shakatak juga sering memasuki “Top 20” di Inggris.
Tapi setelah beberapa tahun kemudian, gitaris Keith Winter sakit keras dan terpaksa mengundurkan diri dari Shakatak. Namun ia tetap memberikan kontribusi yang besar bagi kelanjutan band Shakatak pada masa-masa kini. Karena ia memiliki keahlian Web design, ia turut serta dalam pembuatan website official Shakatak, www.shakatak.com .
Setelah tinggal tersisa 4 orang dalam Shakatak, Shakatak sering melakukan konser kolaborasi maupun CD kolaborasi dengan pemain-pemain musik lain seperti Jacqui Hicks, Al Jarreau,Debb Bracknell,dan Alan Wormlad. Shakatak telah melakukan konser-konser secara berkala di Inggris, Eropa, dan juga negara-negara di Asia.
Bahkan walaupun Shakatak termasuk golongan band “jadul” dan lama, namun eksistensi mereka tetap bertahan dan mereka tetap dinanti oleh jutaan fans mereka dari seluruh dunia. Itulah mengapa band Shakatak belum siap hengkang dari dunia permusikan dan tetap bermain ketika band-band yang lainnya banyak yang sudah bubar dimakan usia.
Gaya musik mereka juga terus mengikuti evolusi selera musik modern, sehingga tidak ditinggalkan oleh para generasi baru. Sifat merekayang bebas berekspresi dan tidak kolot terhadap hanya satu aliran musik saja inilah yang membuat mereka tetap ada sampai sekarang. (dikutip dari http://vibizlife.com/music_biography_details.php?awal=40&page=5&id=1393&pg=music_biography)
Album terakhir shakatak menyertakan gitaris mezzoforte , fridrik karlson . ternyata begitu ceritanya . sebagai perbandingan saya upload juga album shakatak tanpa keith winter (catatan wahyudiono)
Berikiut ini beberapa judul lagu dari Shakatak yang bisa anda download dan nikmati.
- City Rythm
- Day By Day
- Easier Said Than Done
- Something Special
- Brazilian Down
- Mr. Manisc and Sister Cool
- Dr! Dr!
- Night Birds
- Streetwalkin’
- Time Of My Life
- Invitations
- Walk The Walk
- Stranger
- Turn The Music Up
- Dark Is The Night
- If You Could See Me Now
- Don’t Blame It On Love
- Watching You
- Untuk lagu Shakatak yang lebih lengkap lagi, dapat anda download disini

Usia lanjut tdk membatasi hoby mendengarkan musik. Terima kasih dimas, saya ngunduh ya.
Oleh: Widjanarko on 13 Oktober 2009
at 14:05
Olah, mas. Wong niki mawon paringane Mas Wahyu, je.
Lha Mangga, ta menawi badhe mundutt
Oleh: galuh on 14 Oktober 2009
at 00:18
artis itu kalau memberi pengantar juga artistik . teka teki saya terjawab , album terakhir shakatak menyertakan gitaris mezzoforte , fridrik karlson . ternyata begitu ceritanya . sebagai perbandingan akan saya upload album shakatak tanpa keith winter ( dalam 3 hari , semoyo terus , he…he…)
Oleh: wahyudiono on 14 Oktober 2009
at 03:24
Mas Wahyu
Lha gitu itu lho yang tak karepke. Njenengan maringi referensine terus ketika saya upload mboten wagu. Habis piye, terpaksa saya ngutip di Web lain (dengan mencantumkan sumber aslinya). Nah, dalam tahap semoyo itu, tolong panjenengan maringi referensinya sisan. Nuhun atuh, kang….
Oleh: galuh on 14 Oktober 2009
at 11:38
Ingkang sekeco meniko kulo kantun moco terus midangetaken he he he.
Oleh: Widjanarko on 19 Oktober 2009
at 14:45
@Mas Wahyu, mbak Galuh mboten pun caosi Casiopea tho?
Oleh: Widjanarko on 19 Oktober 2009
at 14:48
Usul, kamas…..
kula dereng dipun paringi…………..
Oleh: galuh on 20 Oktober 2009
at 04:54
lha monggo tho , link nya sudah sama dengan shakatak kok , kalau saya ada waktu akan saya isi terus sampai full . terus abimanyu nya bagaimana ?
Oleh: wahyudiono on 20 Oktober 2009
at 07:54
Mas Wahyu
Lha sudah, ta…
langsung aja ke Mengenang Ki Nartosabdo. Tadi padi sudah saya link kesana sesuai dahwuhnya Mas Edy…..
Oleh: galuh on 20 Oktober 2009
at 11:58
@Dimas Galuh menopo Link Casiopea dalem kirim ngagem email kemawon?.
Oleh: Widjanarko on 20 Oktober 2009
at 16:29
@Dimas Wahyudiono Yen mangke mboten berhasil link dalem kirim mawi FB kemawon.
Oleh: Widjanarko on 20 Oktober 2009
at 16:32
@mas Widj
Nggih Mas, nderek. Ning jebubul linkipun sami kaliyan shakatak, kok
Oleh: galuh on 21 Oktober 2009
at 03:11
[...] yang membutuhkan pemahaman khusus untuk mendengarkannya, tapi begitu dia memeilihkan beberapa lagu Shakatak tiba-tiba saja jazz terasa seperti nasi pecel. Enak, gampang, murah dan cocok untuk semua [...]
Oleh: Wahyudiono, Wahyu « APDN Semarang Dalam Kenangan on 29 November 2009
at 23:44