Saya tidak tahu apakah dengan blog ini menjadikan anda suntuk dan tidak nyaman. Saya hanya mencoba membangkitkan romantisme masa lalu yang -paling tidak buat saya- setelah tua ini merasa perlu dan kangen pada anda semua. Apel, menza, lari, ndaplang, mbolos, ngantuk, kutu air, supermie, samurai, boimin, aahhh……….. Sejujurnya kita harus akui, bahwa APDN Semarang telah memberi warna dalam hidup kita dan kenangan sempat hidup dan terukir disana.
Jika anda berkenan mampir (tepatnya kesasar) dan membaca blog ini boleh jadi anda akan tersenyum kecut, marah atau nungkin juga bahagia sebagaimana yang saya rasakan. Betapapun itu adalah sebuah peristiwa. Kita bisa ajak anak kita untuk bersama-sama membaca bagaimana bapak ibunya dulu pernah muda dan pernah punya kenangan.
Biar anak kita tahu, bahwa ada teman kita yang jarang mandi tapi selalu pakai parfum. Ingat????? Ya, dia Widodo Raharjo (kabare piye, kang?). Lalu Irwan Santosa yang mengidentifikasi diri seperti Ridho Rhoma (maksud saya, Rhoma Irama). Dadang Darusman, lelaki flamboyant yang punya banyak pacar. Syamsul Hadi yang nyaris sebagai pengamat politik. Fakikhurrakhim yang no time without learn. Dangir Mulyadi yang pake PDL hanya dalam 3 menit. Rumpis yang grapyak semanak selalu aruh-aruh pad tiap orang yang ditemuinya (bahkan yang tak dikenal sekalipun), dan masih banyak lagi………..
Begitulah, waktu terus berlalu dan usia kita semakin senja. Ada yang patut disayangkan jika sama sekali kita tak bertegur sapa.
Permohonan maaf perlu saya sampaikan jika keberadaan blog ini membuat anda jengah dan marah. Tapi satu hal yang perlu saya tegaskan adalah niat tulus saya untuk menyambung silaturahmi.
Salam
