Ki H Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar

16 Desember 2009 galuh 2 komentar
  • Wayang Kulit MP3
  • Lakon            : Baladewa Mbangun Pasar
  • Dalang           : Ki H Anom Suroto
  • File                 : Mp3/4400/128Khz/13 file
  • Sumbangan : Mas Toni Raharjo

Ketika mengirimkan Lakon Anggada Mbalela, Mas Toni Raharjo menyertakan pula Lakon Baladewa Mbangun Pasar yang ketika itu baru 2 file dari 13 file yang seharusnya. Setelah beberapa lama tidak bertandang kle blog ini, rasa kangen saya padanya tiba-tiba menyeruak.  Lalu saya putuskan untuk add di Facebook.  Sayang tidak membuahkan hasil.  Barangkali karena kesibukannya, mas Toni tidak memiliki kesempatan untk membalas pesan saya.  Sebagai pengobat rindu, saya buka email dengan harapan beliau menulis disana.  Benar saja! Tak banyak yang ia tulis kecuali salam sehat sejahtera dan (ini dia) link ke  Lakon Baladewa Mbangun Pasar dengan dalang Ki H Anom Suroto.

Cerita ini direkam dari Pageran Langsung Persemian Pasar Delanggu, Kabupaten Klaten.  Sehingga akan sangat menarik apabila ada versi videonya.  Akan tetapi sejauh ini Mas Toni Raharjo belum memberikan konfirmasi atas pertanyaaan saya.  Tak apalah.  Saya maklum atas kesibukannnya di bidang IT dan sebagai bapak muda.

Kembali ke Cerita Baladewa Mbangun Pasar.  Sebagai raja yang memikirkan perkembangan ekonomi sebagai peletak dasar kesejahteraan rakyat, Prabu Baladewa merasa perlu untuk membangun pasar di ibukota Mandura.  Maka, dengan perencanaan yang matang dimulailah pembangunan Pasar di Mandura dengan Anoman sebagai “pimpinan proyeknya”.  Sayangnya, dalam upaya pembangunan ini, tiba-tiba saja Prabu Duryudana, Raja Astina mengambil alih secara sepihak dan menerjunkan pekerja-pekerja dari Astina.

Prabu Baladewa, merasa curiga terhadap tindakan Prabu Duryudana disamping khawatir terhadap perasaan Anoman yang telah lebih dahulu sanggup menjalankan perintah membangun pasar.  Akan tetapi sebagai raja yang bijaksana, Prabu Baladewa berusaha untuk menjaga perasan kedua belah fihak.  Lalu bagaimanakah kelanjutan pembangunan pasar di Ibukota Mandura?  Bagaimana sikap Anoman terhadap intervensi Duryudono?

Kami persilahkan anda untuk menikmati cerita carangan yang cukup menarik ini.

  1. Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 1
  2. Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 2
  3. Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 3
  4. Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 4
  5. Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 5
  6. Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 6
  7. Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 7
  8. Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 8
  9. Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 9
  10. Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 10
  11. Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 11
  12. Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 12
  13. Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 13

Catatan:

Untuk Mas Toni Raharjo

Mewakili rekan-rekan setresna budaya wayang kulit, saya mengucapkan terima kasih atas semua jerih payah dan dedikasinya dalam nguri-uri seni budaya jawa. Ditunggu untuk cerita-cerita selanjutnya.

All About Jazz

15 Desember 2009 galuh 9 komentar

Mendengar kata Musik Jazz identik dengan jenis musik ekslusif bagi orang yang mapan, berpendidikan dan ngerti musik.  Lihatlah, betapa susahnya mencerna sebuah komposisi yang seakan hanya bermodal kompak.  Nada yang di olah tak pernah utuh.  Cara memainkanpun seringkali diluar kewajaran dan kaidah bermain musik.  Paling tidak itu menurut pendapat saya!!!

Jika bukan karena teman saya Wahyudiono, pilot yang buaya jazz dan juga doyan musik apa saja itu, barangkali tak terbayang oleh saya menghabiskan 2 GB dan 20 jam hanya untuk mendownload musik yang terdengar grobyagan dan toat toet itu.   Saya yang dari awalnya tidak faham musik, tak pernah bisa membayangkan, bagaimana mungkin ritme yang tidak urut, nada yang tidak sama bisa bersatu dalam sebuah harmoni yang disebut musik.  Barangkali inilah yang disebut kebersamaan seperti kata Kahlil Gibran: “… bukankah suara kecapi yang menghasilkan nada indah tidak berasal dari dawai yang sama….”

Padahal, apabila kita mau menoleh kebelakang, akar musik jazz sebenarnya bukan dari golongan “high class”.  Ia datang dari golongan bawah Amerika di awal 1900an.  Berawal dari Ring Time, sebuah genre musik yang dipercaya sebagai cikal-bakal musik jazz pada tahun 1890an sampai awal tahun 1900.   Kemudian dikenal New Orleans Music, sebagai generasi kedua setelah Ring Time yang memberikan pengaruh besar terhadap kelahiran musik Jazz.  Era ini terjadi sekitar tahun 1920 di Amerika Serikat,

Setelah itu, jenis musik yang tidak lumrah ini mulai dikenal di luar Amerika dengan munculnya European Jazz yang dususul kemudian dengan Dixieland Jazz pada tahun 1940, Swing Jazz, Bep Pop, Cool Jazz dan berkembang menjadi Musik Jazz yang sekarang kita kenal.

Saya bukan pemain musik, bukan pengamat musik dan juga bukan penggemar musik.  Saya akan mendengarkan bebunyian apa saja yang  nikmat untuk didengarkan.  Gemerisik angin, deburan ombak, kicau burung bahkan suara orang bersenggama.  Nah, jujur saja.  Awalnya saya hanya  sekadar menghormati rekan saya Wahyudiono, ketika dia menawarkan Dave Grussin sebagai ganti Duke Ellington yang tidak dimilikinya.  Gage-gage saya minta anak saya (yang ketika itu lebih dulu didepan monitor) untuk mendownload kiriman Mas Wahyu.

Selesai download oleh anak saya (dia sedikit tahu tentang musik – terutama musik klasik- dan biasa memainkan biola dan gitar klasik) langsung diputar.  Tiba-tiba dia memanggil saya untuk mengajak menikmati 7 judul yang baru saja selesai diunduh.  Kami sepakat bahwa musik itu enak didengar, gampang!!!.  Berulang kali Dave Grusin menghiasi ruangan kotor kami tanpa kami berniat menghentikannnya, andaikata tidak karena mati lampu dari PLN.

Esoknya, selepas Sholat Subuh langsung saya unduh semua file dalam folder yang memang disediakan untuk saya.  Semua, semua!!! meski membutuhkan beberapa hari, jadilah Musik Jazz berada dalam katalog direktori saya.

Hmm…  Entah bagaimana cara Mas Wahyu menikmati musik, tapi semua lagu yang saya unduh boleh dikatakan nikmat untuk didengar.  Pandangan saya tentang musik jazz sebagai musik elit, gugur sudah.  Jazz sekarang berada sejajar dengan Gambir Sawit,  Glathik Glinding , Uler Kambang di telinga saya.

Saya tak ingin menikmatinya sendirian.  Saya undang anda untuk mengenal Jazz dengan cara gampang, Nikmati saja!!!

  1. Al Jerrau
  2. Casiopea Freshness
  3. Casiopea Gentle and Mellow
  4. Casiopea Gig 25
  5. Casiopea Mint Jams
  6. Dave Grusin Homage to Duke
  7. Dave Grusin Montain Dance
  8. Fourplay 4
  9. Jeff Lober Best 1
  10. Mezzoforte forward Motion
  11. Mezzoforte The Best
  12. Michael Bubble Call Me Irresponsible
  13. Rppingtons Curves ahead
  14. Shakatak Dinner
  15. Shakatak Two Hearts
  16. The Best Earl Klugh 1
  17. The Best Earl Klugh 2

Untuk Mas Wahyudiono, Wahyu terima kasih untuk semua sharing file musik Jazznya.  Ditunggu sharing file yang lain……

Categories: MUSIK, Umum

MP3 Kethoprak Serial Syeh Jangkung, Keris Jangkung

15 Desember 2009 galuh 2 komentar
  • Ketoprak MP3
  • Judul Keris Jangkung
  • Sumbangan : Mas Iwan AK

Beberpa hari lalu, salah seorang rekan yang kemudian hari saya kenal sebagai Mas Iwan AK, mengabarkan kepada saya bahwa dirinya memiliki 1 lakon ketoprak yang merupakan serial Syeh Jangkung, yang berjudul Keris Jangkung.  Mengingat file itu masih berupa pita kaset, maka Mas Iwan AK meminta waktu kepada saya untuk mengconvert dalam bentuk digital guna diposting di blog ini dengan harapan bisa dinikmati lebih banyak rekan.

Benar saja, beberapa hari kemudian ada pesan di Fb bahwa beberapa file sudah selesai di convert dan meminta kepada saya untuk mencoba.  Setelah saya download, ternyata kualitas suaranya bagus, bahkan lebih bagus dari hasil convert saya di Syeh Jangkung yang lain.

Seperti Ken Arok pada Mpu Gandring, saya tidak sranta untuk segera berbagi kepada anda, kendati proses convert belum selesai.  Maka setelah mendapatkan ijin dari Mas Iwan, cerita tersebut saya posting, sambil menunggu convert dan proses upload file yang belum selesai. Selamat Menikmati

KERIS JANGKUNG

Oleh : Iwan AK

Di daerah pati ada sebuah nama yg cukup terkenal Ondo Rante namanya dia merasa terganggu dg adanya org yg bersiar agama dan akhirnya membuat keonaran di daerah tsb akan tetapi Adipati Pati Mangun Oneng mendengar warta itu dan di utuslah Ulama yg bernama kyai Makdum Alatas tapi msh blm bisa dikalahkan malahan kyai Makdum Alatas sampai wafat, dan Syeh Jangkung merasa batinnya ga eanak berangkatlah ke Mataram menemui Sultan Mataram mendengar cerita tsb syeh jangkung tergugah dan diutuslah beliau oleh Sultan Mataram tapi dgn syarat harus dgn wanita cantik untuk memikat Putri dari Sumbo Pradan yg bernama Guranti dan berangkatlah untuk menemui Ondo Rante sambil menawarkan Tuak setelah diminumnya Tuak tsb menjadi tak sadarkan diri dan ketahuan kelemahannya yg akhirnya Ondo Rate dibawa kekadipaten dan diikat diatas ondo/tangga dgn rantai emas yg ditarik dgan Gajah dan akhirnya terbelahlah tubuh Ondo Rante menjadi 2 dan tdk boleh disatukan pemakamannya yg akhirnya dimakamkan bersebarangan dgn kali/sungai di Kali ngranten Desa Prenggan .

Dilain cerita setelang sepulangnya dari kadipaten syeh jangkung pulang untuk menemui putranya Momok akan tetapi tdk ketemu ternya Momok pergi dari rumah untuk mencari pekerjaan di desa Pesanggrahan dirumah Bopo Dupo Somo menjadi tukang angon kebo dan anak Ki Dupo Somo Sutarsih suka dg Momok dan terjadi pertikaian dgn Lodang murid Ki Dupo Somo karena dia jd seneng dgn Sutarsih akan tetapi yg jd korban Kebonya yg diangon Momok karena Momok bersalah Dia dihajar Ki Dupo Somo dan disitulah bertemu jg dgn Syeh Jangkung dan adu kesaktian antara Ki Dupo Somo dgn Syeh Jangkung dan mengaku kalah Ki Dupo Somo dan mengajak berbesan dari situ Momok diajak pulang keKayen dgn membawa kerbau yg diberi oleh Ki Dupo Somo. Hari berikutnya kerbau Wungkul digembala Momok sampai ke desa Trangkil dan memakan padi org dan tejadi pertikaian dgn yg pny sawah Ki Ketip Trangkil (Utra Sunan Kudus) dgn kesaktiannya kerbau yg tadinya hidup menjadi mati dan dihidupkan lagi oleh Syeh Jangkung dan terjadi perkelahian antara Ki Ketip Trangkil dgn Syeh Jangkung bahwasannya dgn mudah mendapat gelar Syeh padahal Ki Ketip Trangkil sdh bertahun2 mengajar agama Islam belum bias mendapat gelar tsb sampai Syeh Jangkung mau dikubur didlm sumur yg sekarang menjadi Desa Sumur Bandung yg akhirnya Ki Ketip Trangkil dibuang kekudus dgn iketnya Syeh Jangkung sekali kibas .

File lengkap  (16 File) Audio Ketoprak dengan Format MP3 dengan Cerita Keris Jangkun dapat anda download disini.

  1. Keris Jangkung 01
  2. Keris Jangkung 02
  3. Keris Jangkung 03
  4. Keris Jangkung 04
  5. Keris Jangkung 05
  6. Keris Jangkung 06
  7. Keris Jangkung 07
  8. Keris Jangkung 08
  9. Keris Jangkung 09
  10. Keris Jangkung 10
  11. Keris Jangkung 11
  12. Keris Jangkung 12
  13. Keris Jangkung 13
  14. Keris Jangkung 14
  15. Keris Jangkung 15
  16. Keris Jangkung 16

Admin: Mewakili rekan-rekan pecinta ketoprak, saya mengucapkan terima ksih kepada Mas Iwan AK atas semua dedikasinya dalam nguri-uri Budaya Jawa, khususnya Ketoprak.  Ditunggu cerita-cerita yang lain.

Hapus Riwayat Obrolan
22:11Iwan

sugeng ndalu mas

22:11Mas

sugeng dalu, om. ngapunten akses saya agak lelet. jd mngkin repplynya agak terlambat

22:13Iwan

sama donk

22:15Iwan

gimana apa ada kekurangan/kesalahan dlm penguploadtan saya karena yg email panjenengan saya ga begitu jelas kok ada tulisa blanknya di alamatnya

22:16Mas

wo, itu berarti akibat akses yang lemot. Ketika saya kirim gagal, kiriman kedua tidak membaca apapun. Ngapunten. Yang pasti itu sudah betul. Cuma saya menerimanya baru yang file ke 2

22:21Iwan

berarti yg 1apa ga bisa diterima y,terus 3-6 apa harus lwt email juga mas ? bisa ga panjenengan buka lwt 4saherd yg punya saya

22:22Mas

bisa, selama anda memberikan email dan passwoerdnya :) :) Percaya deh, saya gak akan menyalah gunakan jika diberi kepercayaaan.

22:27Iwan

boleh saya kasih email n passwordnya Alamat Emailnya “dani.kusuma74@gmail.com” Passwordnya “mr.black” saya tiap mlm kirim trs kok meskipun 1 file krn makan waktu 1 jam

22:29Iwan

tapi kalau saya buka n njenengan buka kalau double apa bisa mas ? tapi kalau saya pagi sampai sore Off kok g Online

22:30Mas

lha iya to mas…. sampai kapan kita bisa ngakses internet cepat, dengan harga murah. teman saya yang pernah kerja di korea, katanya disana upload mencapa 300kbps. Artinya keris jangkung cuma butuh waktu 30 detik. Nah?!

buka bareng? buka2an. kita coba aja…

Iwan tak lagi daring. Hal berikut tidak terkirim:

mpun, sya sudah berhasil buka. Sekarang tolong anda buat sinopsisnya biar saya bia posting di blog (kalau boleh, lho….

22:33Iwan

udah bisa kebaca alamat n passwordnya y mas,boleh ini saya jg lagi upload yg ke 7

22:34Mas

sampun, saya sudah mulai download file 1

22:39Iwan

Berarti dgn sampul yg sama dan isi yg saya buka disini ada 6 file y mas apa betul

22:40Mas

betul…….. saya jug sedang buka. tp mungkin jika bersamaan, saya gak bisa download. karena muncul pesan bahwa alamat tidak diketahui….

22:42Iwan

maksudte pripun mas alamat sing nggene kulo punopo pripun nopo wonten engkang kelentu mas

22:44Mas

Iwan tak lagi daring. Hal berikut tidak terkirim:

bukan begitu. dengan anda membuka akses di 4 shared, dianggap baru ada editing. sehingga komputer jaringan saya tidak mengenal alamat ip anda. Itu, mungkin lho………. soalnya kemaren yang jangkung 2 saya bisa download, kok.

22:47Iwan

menawi seri Saridin/Syeh Jangkung engkang kulo suwun kolo winginane punopo gadah mas panjenengan

22:48Mas

yang mana? syeh jangkung tani?

22:49Iwan

Saridin Lahir, Sultan agung Tani, kalian Tumekane lulang landoh

22:50Mas

saridin lahir dan lulang kebo landoh, belum ada. Tapi saya pastikan ada. sedangsultan agung tani, akan saya link untuk anda dari mas kenang agus. tunggu

22:52Iwan

Siap mas

22:53Mas

mangga http://nangagus.wordpress.com/2009/11/09/saridin-sultan-agung-tani/

22:54Iwan

niku wau terus pripun mas engkang Alamat tdk ditemukan

22:56Mas

ya kita tunggu saja komputer saya bisa mengidentifikasi alamat IP anda. Nanti kalau anda sudah log out, harusnya bisa. Oh, ya boleh saya posting di blog? kalau boleh saya minta pengantar / sinopsisnya. Udah ketemu Sultan agung tani?

23:00Iwan

Untuk ringkasan ceritanya belum selesai mas tinggal yg Raden Danang itu saya tulis di microsoft Word gmn mas

23:03Mas

Saat ini tidak dapat terhubung ke Obrolan Facebook.

Ya biasa, browse lalu cari lokasi penyimpanan file wordnya, terus upload. Dalam 4 detik selesai untuk file2 ofice. Oh ya, untuk memudahkan manajemen file, harusnya dibuat folder2 dalam 4shared anda.

23:03Iwan

kalau panjenengan kerso inggih kulo kirim tapi yg raden danang belum nek mboten ngrepotke panjenengan njenengan edit kemawon

23:03Mas

Ya biasa, browse lalu cari lokasi penyimpanan file wordnya, terus upload. Dalam 4 detik selesai untuk file2 ofice. Oh ya, untuk memudahkan manajemen file, harusnya dibuat folder2 dalam 4shared anda.

23:06Mas

Arahkan mouse ke kiri atas (yang dibawah Folder-folder), lalu klik kanan my 4shared, pilih buat folder baru (create new folder), beri nama KERIS JANGKUNG, lalu OK.

23:09Mas

centang kotak dibawah kolom pilih (option), semua file yang akan masuk folder Keris Jangkung, lalu pilih cut (potong). Buka folder KERIS JANGKUNG, lalu paste disitu…. Coba dulu, saja!!!

centang kotak dibawah kolom pilih (option), semua file yang akan masuk folder Keris Jangkung, lalu pilih cut (potong). Buka folder KERIS JANGKUNG, lalu paste disitu…. Coba dulu, saja!!!

23:09Iwan

ini posisi masih upload mas nopo saget masalnya kemaren saya coba terus uploadnya hilang n ngulangi lagi

23:10Mas

nggih, mboten saged. biar saja uploadnya selesai. Copy saja riwayat obrolan ini di word, barangkali nanti dibutuhkan :) :) dan siapa tahu akses kita tiba2 putus….

23:11Iwan

masih 21 Menit

23:12Mas

sultan agung tani sudah ketemu?

23:15Iwan

sampun mas

matur suwuntambah koleksi maleh

23:15Mas

Oh ya, anda dimana?

23:16Iwan sedang offline.
23:16Iwan sedang online.
23:16Iwan

saya posisi sekarang di KUDUS rumahnya mas

23:17Mas

Memang berdomisili di kudus, apa mampir dolan. Saya ada banyak rekan di kudus…

23:19Iwan

leres, monggo kemawon menawi dumugi kds badhe mampir tapi panggenan kawulo awon mas

23:20Iwan

kalau mau lihat data saya di FB kan ada di Info

sekarang panjenengan wonten pundi

23:22Mas

Nggih, tolong jika keblusk di Jl. KH Syatori. Ada teman dsaya bernama Nur Zuhruf tapi tepatnya lupa (mungkin dia di Catatan Sipil Kabupaten Kudus). Sampaikan salam saya…..

23:23Iwan sedang offline.
23:24Iwan sedang online.
23:24Iwan

Jl. KH Syatori itu daerah mana mas

23:25Mas

Wah lupa saya. Ke Radio Kartini saja. Saya yakin banyak yang kenal karena dia termasuk cikal-bakal pendiri raio itu….

23:28Iwan

lha panjenengan sekarang domisilinya dimana mas

23:29Mas

saya di sragen. dia dulu satu sekolahan dengan saya ketika di semarang. Ada beberpa lagi, tapi saya sudah lupa namanya…. wong tuwwa itu gampang lali….

23:30Iwan

he…he..he emangnya sampun yusawo pinten

23:32Iwan

tinggal 2 menit mas uploadnya

23:32Mas

jangan tanya, saya sudah buanyaaaak banget. Kalau ketemu Nur Zuhruf, saya pastikan bahwa dia sangat mengenal saya sebagaimana dia mengenal telapk tangannnya:)

23:34Iwan sedang offline.
23:34Iwan sedang online.
23:38Iwan

sampun rampung uploadnya n sudah saya bikinkan filder juga

23:39Mas

Nah. Jos gandos kalau gitu. Kalau sudah lengkap biar saya download, kliatannya ada yang gak beres dengan setting proxy saya. akan saya betulken dulu

23:39Iwan

O nggih kulo supe wau mas kulo nggih kirim ringkasanne lewat pesen di FB

sumonggo

23:41Mas

nggih. jadi boleh di posting di blog?

23:41Iwan

monggo mas

kulo tinggal sendiko dawoh kemawon

23:42Mas

nggih kalau gitu, tapi sudah lengkap 7 file itu?

23:44Iwan

nggih dereng mas itu aja baru separo masi ada 7 file lagi

23:50Iwan

apa nunggu lengkap lengkapnya apa yg ada dulu mas

0

email

Antara Iwan Ak dan Anda
Pesan sebelumnya
Iwan Ak 13 Desember jam 12:36
sugeng siang mas pripun nopo sampun leres sing kulo kirim lwt Email wau ndalu
Mas Guntur 13 Desember jam 16:24
sudah dan saya reply di email. matur nuwun
Iwan Ak 13 Desember jam 21:26
sudah apanya mas, saya buka kok ga ada komentarnya apa sudah bisa seperti panjenengan harapkan ? sampai saat ini saya kirim 5 mauyg ke 6 ini kalau ada yg salah mohon diilingke nggih
Mas Guntur 13 Desember jam 22:29
Mangga, silahkan dilengkapi. saya sudah balas email panjenengan http://mail.google.com/mail/?hl=id&shva=1#sent/1257d50d45083a42
Iwan Ak 14 Desember jam 23:28
RINGKASAN CERITA
Di daerah pati ada sebuah nama yg cukup terkenal Ondo Rante namanya dia merasa terganggu dg adanya org yg bersiar agama dan akhirnya membuat keonaran di daerah tsb akan tetapi Adipati Pati Mangun Oneng mendengar warta itu dan di utuslah Ulama yg bernama kyai Makdum Alatas tapi msh blm bisa dikalahkan malahan kyai Makdum Alatas sampai wafat, dan Syeh Jangkung merasa batinnya ga eanak berangkatlah ke Mataram menemui Sultan Mataram mendengar cerita tsb syeh jangkung tergugah dan diutuslah beliau oleh Sultan Mataram tapi dgn syarat harus dgn wanita cantik untuk memikat Putri dari Sumbo Pradan yg bernama Guranti dan berangkatlah untuk menemui Ondo Rante sambil menawarkan Tuak setelah diminumnya Tuak tsb menjadi tak sadarkan diri dan ketahuan kelemahannya yg akhirnya Ondo Rate dibawa kekadipaten dan diikat diatas ondo/tangga dgn rantai emas yg ditarik dgan Gajah dan akhirnya terbelahlah tubuh Ondo Rante menjadi 2 dan tdk boleh disatukan pemakamannya yg akhirnya dimakamkan bersebarangan dgn kali/sungai di Kali ngranten Desa Prenggan .
Dilain cerita setelang sepulangnya dari kadipaten syeh jangkung pulang untuk menemui putranya Momok akan tetapi tdk ketemu ternya Momok pergi dari rumah untuk mencari pekerjaan di desa Pesanggrahan dirumah Bopo Dupo Somo menjadi tukang angon kebo dan anak Ki Dupo Somo Sutarsih suka dg Momok dan terjadi pertikaian dgn Lodang murid Ki Dupo Somo karena dia jd seneng dgn Sutarsih akan tetapi yg jd korban Kebonya yg diangon Momok karena Momok bersalah Dia dihajar Ki Dupo Somo dan disitulah bertemu jg dgn Syeh Jangkung dan adu kesaktian antara Ki Dupo Somo dgn Syeh Jangkung dan mengaku kalah Ki Dupo Somo dan mengajak berbesan dari situ Momok diajak pulang keKayen dgn membawa kerbau yg diberi oleh Ki Dupo Somo. Hari berikutnya kerbau Wungkul digembala Momok sampai ke desa Trangkil dan memakan padi org dan tejadi pertikaian dgn yg pny sawah Ki Ketip Trangkil (Utra Sunan Kudus) dgn kesaktiannya kerbau yg tadinya hidup menjadi mati dan dihidupkan lagi oleh Syeh Jangkung dan terjadi perkelahian antara Ki Ketip Trangkil dgn Syeh Jangkung bahwasannya dgn mudah mendapat gelar Syeh padahal Ki Ketip Trangkil sdh bertahun2 mengajar agama Islam belum bias mendapat gelar tsb sampai Syeh Jangkung mau dikubur didlm sumur yg sekarang menjadi Desa Sumur Bandung yg akhirnya Ki Ketip Trangkil dibuang kekudus dgn iketnya Syeh Jangkung sekali kibas .
Categories: Ketoprak, Umum

KI H Anom Suroto, Karno Tanding

10 Desember 2009 galuh 4 komentar
  • Lakon wayang : Karno Tanding
  • Dalang  : Ki H Anom Suroto
  • Sumbangan : Mas Jarot Riyanto
  • File : MP3 /4400 khz/12bkbps/16 file

Karno tanding ini adalah serial Baratayuda, dimana para Pandawa dan Kurawa telah berperang beberapa lama masing-masing pihak telah berjatuhan kurban, dari pihak Pandawa telah gugur diantaranya : Seta, Utara, Wrtasangka, Abimanyu Gatutkaca dan beberapa pahlawan lainnya sedangkang dari pihak Korawa diantaranya Resi Bisma, Druna, Jayajatra, Burisrawa dan masih banyak lagi.

Prabu Duryudana telah merasa cemas namun juga marah karena sampai saat ini pihak Korawa yang paling banyak korban kematiannya.
Maka Adipati Karna menyanggupi untuk menjadi senopati dan hendak memusnahkan para Pandawa, sehingga Karna dicemooh oleh Resi Krepo yang dianggap terlalu besar kesanggupannnya dan ditambah lagi karna mendapat marah dari ayahanda mertua Prabu Salya karena beliau dimohon untuk menjadikusir keretanya.

Dan bagaimana kelanjutan ini? Karna bertemu dengan adik kandungnya sendiri ialah Arjuna yang menerjang ke medan laga dengan menggunakan kereta Jaladara lengkap dengan kusirnya Sri Kresna dan inilah yang disebut Karna Tanding. dan sebelum itu Dursasanapun telah gugurditangan Bima. Cerita ini sangat padat dan diceritakan dengan baik oleh Ki Dalang Anom Suroto sehingga wajib anda nikmati sampai akhir

Silahkan Download dan Nikmati Lakon Karna Tandhing, oleh Ki H Anom Suroto sumbangan Mas Jarot Riyanto.

  1. Anom Suroto, Karno Tanding 1a
  2. Anom Suroto, Karno Tanding 1b
  3. Anom Suroto, Karno Tanding 2a
  4. Anom Suroto, Karno Tanding 2b
  5. Anom Suroto, KArno Tanding 3a
  6. Anom Suroto, Karno Tanding 3b
  7. Anom Suroto, Karno Tanding 4a
  8. Anom Suroto, Karno Tanding 4b
  9. Anom Suroto, Karno Tanding 5a
  10. Anom Suroto, Karno Tanding 5b
  11. Anom Suroto, Karno Tanding 6a
  12. Anom Suroto, Karno Tanding 6b
  13. Anom Suroto, Karno Tanding 7a
  14. Anom Suroto, KArno Tanding 7b
  15. Anom Suroto, Karno Tanding 8a
  16. Anom Suroto, Karno Tanding 8b

Admin: Untuk Mas Jarot Riyanto

Mewakili para sutresna budaya wayang kulit, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas semua jerih payah dan dedikasi anda.  Ditunggu untuk lakon-lakon yang lainnya!!!

Categories: Umum

Ketoprak MP3, Retna Dumilah (Tundhung Madiun)

9 Desember 2009 galuh 1 comment

Adipati Rangga Jumena, Bupati Madiun, merasa tidak puas atas pengangkatan Raja Mataram, Panembahan Senapati karena menurutnya, masih terlalu muda dan belum pantas menduduki tahta Mataram.  Oleh Karena itu dia sengaja tidak mau seba ke Mataram dan mrencanakan pemberontakan terhadap Mataram.

Sementara itu, Dewi Sekarniti putri Adipati Natasudirja, Bupati Mojoagung yang masih dibawah kekuasaan Madiun, menjalin hubungan asmara dengan Prasetya, pemuda desa,  anak Warok Jogorogo. Tentu saja hubungan ini tidak direstui oleh Adipati Natasudirja karena menurutnya derajad Sekarniti dan Prasetya tidak sebanding.  Sekarniti adalah puteri seorang bupati, sementara Prasetya hanyalah anak seorang warok.  Hal ini tentu saja membuat sakit hati Warok Jogorogo.  Oleh karena itu, ketika Adipati Ranggajumanamemintanya untuk menjadi senapati perang menghadapi Mataram, Warok Jogorogo bersedia dengan syarat Adipati Ranggajumena sanggup menikahkan Prasetya dengan Sekarniti.

Benar saja, dengan dukungan semua adipati “brang wetan” (wilayah timur) dibawah pimpinan Warok Jogorogo,  Prajurit Madiun berhasil mengusir Prajurit Mataram yang dipimpin oleh Pangeran Purbaya dan Pangeran Singasari, dan hampir pasti Madiun memenangkan pertempuran dengan Mataram.

Panembahan Senapati sangat marah ketika menerima laporan dari Pangeran Purbaya dan Pangeran Singasari sehingga berniat untuk mempimpin sendiri penumpasan pemberontakan Adipati Natasudirja. Akan tetapi Panembahan Mandaraka (Ki Juru Mertani), penasehat Kerajaan Mataram,  berhasil meredan kemarahan Panembahan Senapati dan memberikan saran untuk mengalahkan Madiun tanpa membawa korban jiwa.

Taktik apakah yang akan ditempuh oleh Panembahan Mandaraka (Ki Juru Mertani) untuk meredam Pemberontakan Adipati Rangga Jumena? Bagaimanakah kelanjutan kisah cinta Sekarniti dengan Prasetya? Apakah Adipati Natasudirja menerima begitu saja keputusan Bupati Madiun untuk menikahkan putri kesayangannya dengan Prasetya? Siapakah Retna Dumilah itu?  Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang tak akan terjawab sebelum anda mendengarkan secara lengkap Cerita Ketoprak yang dibawakan dengan sangat manis oleh Kelurga Ketoprak Mataram Kodam IV Diponegoro dengan dukungan pemain:

  • Sekarniti : Marsidah, BSc
  • Prasetya : Marjiyo
  • Natasudirja : Suyatin Rh
  • Warok Jagaraga : Pojo LS
  • Panembahan Senapati : Widayat
  • Retna Dumilah : A Panijah
  • Rangga Jumena : Rakiman
  • Purbaya : Sukiyanto
  • Juru Mertani : Ig Wahono
  • Abdi : Jiwo / Waluyo

Silahkan download dan Nikmati Lakon Ketoprak Retna Dumilah (Tundhung Madiun)

  1. Retna Dumilah (Tundhung Madiun)_1
  2. Retna Dumilah (Tundhung Madiun)_2
  3. Retna Dumilah (Tundhung Madiun)_3
  4. Retna Dumilah (Tundhung Madiun)_4
  5. Retna Dumilah (Tundhung Madiun)_5
  6. Retna Dumilah (Tundhung Madiun)_6
  7. Retna Dumilah (Tundhung Madiun)_7
  8. Retna Dumilah (Tundhung Madiun)_8
  9. Retna Dumilah (Tundhung Madiun)_9 (tamat)

Javanova, Alternatif Untuk Bossanova Cengkok Jawa

8 Desember 2009 galuh 10 komentar

Setengah tahun lalu, saat tengah membeli buku di Gramedia, Surakarta saya mendengar lagu yang ditelinga saya cukup merdu dengan irama bossanova. Tapi begitu saya cermati suara sayup-sayup dari speaker toko itu, saya sempat tersenyum. “…….. walang kekek, walange kadung, walang kadung kadung tiba neng lemah………..”

Masya Allah. Setelah setengah jam irama itu saya dengarkan, baru saya sadari bahwa lagu dengan irama bossanova itu melantunkan lagu-lagu jawa yang selama ini saya kenal sebagi Lagu Campursari, Keroncong dan (bahkan) dangdut. Bukan main! Saya memuji keberanian komposernya yang memberikan alternatif bagi para penikmat Jazz dan Bossanova dengan sebuah resiko bahwa kaset itu tak kan laris dipasaran.

Ketika di kasir dan lagu lagu itu masih mengalun, saya tanyakan dimana letak operator lagu / musik yang memutar lagu ini. Kasir menunjuk sebuah tempat di lantai 1 dekat penitipan barang. Maka ketika mengambil jaket, sekaligus saya minta ijin untuk bertemu dengan operator lagu yang (menurut saya) dengan sangat mengesankan memilih lagu untuk menghidupkan suasana. Operator menerima saya di depan pintu dan menunjukkan pada saya sampul CD dengan judul Javanova.  Hanya itu, tak ada informasi lain.

Sayangnya, ketika saya mampir di counter CD pada toko yang sama, ternyata album Javanova seperti yang tengah terdengar tak tersedia. Baru beberapa hari kemudian, teman saya meminjamkan kepada saya 2 keping CD tanpa sampul. Segera saya gunakan aji pamungkas copy paste. Jadilah saya memiliki 20 judul yang saya putar disaat saya membutuhkan alternatif lagu, sampai sekarang.

Beberapa hari lalu, saya berniat mempersembahkan lagu-lagu itu kepada teman saya yang buaya Jazz asal Bondowoso, Wahyudiono, Wahyu sebagai bentuk permohonan maaf karena saya terpaksa ingkar janji kepadanya. Karena bandwith yang terbatas dan akses internet yang lelet, 30 lagu yang ada baru bisa saya upload 2 judul.

Nah, saat saya mau menmbahkan lagu dalam postingan saya, terlihat bahwa lagu itu telah didownload lebih dari 10 orang. Kesimpulannnya, banyak pula rekan yang tertarik untuk mendengarkan musik alternatif ini. Berangkat dari hal itu, maka pada postingan kali ini, saya sengaja upload semua judul Bossas Jawa yang saya miliki. Harapan saya bukan saja lagu ini bisa dinikmati oleh siapapun, tetapi sekaligus mencari tambahan judul-judul lain yang saya tidak miliki, barangkali ada pembaca yang memiliki dan berkenan berbagi dengan saya.

Sedikit informasi, Lagu ini dikemas dalam Album: James Chu: Javanova dengan dukungan musisi : James Chu (Hawaian Guitar), David Wahani Lumondo (keyboard/bass), Yadi Black (gitar elektrik dan akustik), Didi Permadi S (drum) dan Ujang (saksofon) dengan Penyanyi Wiwit Andraini dan Eka Trisnawati. Tak banyak informasi dan referensi yang saya dapatkan selain bahwa saat ini James Chu berdomisili di Hongkong tetapi masih memegang komitmen untuk terus menggarap Javanova dengan mengangkat lagu-lagu jawa, baik klasik maupun lagu modern.

Javanova, sebuah alternatif Jazz dan Bossanova dengan nafas jawa yang layak dinikmati.!!!  Silahkan download disini, jika anda berminat.

Ketoprak Mataram MP3, SERI MAJAPAHIT

7 Desember 2009 galuh 5 komentar

Pada Tahun 1215 Raja John dari Inggris menandatangani Magna Charta, sebuah piagam yang di buat oleh parlemen yang berisi batasan kewenangan bagi raja.  Pada waktu itu, kendati disebagian besar belahan dunia, kekuasaan raja hampir tanpa batas tetapi di raja John rela kewenangannya di  control  oleh parlemen.

Tanpa bermaksud memparalelkan keadaan Indonesia, pada saat yang sama di belahan bumi timur,di tanah Jawa  tepatnya di sekitar  daerah yang sekarang dikenal sebagai Kota Mojokerto, terjadi perebutan kekuasaan di Kerajaan Tumapel dari Akuwu Tunggul Ametung oleh Ken Arok. Sebagaimana kita tahu, suksesi kepemimpinan itu tidak berjalan dengan mulus.  Ken Arok merebut kekuasaan dari Tunggul Ametung dengan cara bar-bar yang jauh dari pripnsip-prinsip demokrasi.  Dia menikam Tunggul Ametung dari belakang, tidak dengan perang tanding secara ksatria.  Tak hanya itu, Keris yang dipakai oleh Ken Arok untuk membunuh Tunggul Ametungpun dibuat dengan proses yang menggambarkan betapa dia nggege mangsa untuk segera mengusasi Tumapel dan menggantikan posisi Tunggul Ametung.  Ken Arok berhasil menduduki tahta Tumapel dan mendirikan Kerajaan Singasari.

Situasi politik Singasari pasca Tunggul Ametung jauh semakin tidak menentu.  Konspirasi politik tingkat tingggi antar elit pada akhirnya meruntuhkan Singasari dan berdirilah kerajaan besar, Majapahit.  Dari sinilah babak baru dimulai.

Kendati secara kasat mata Kerajaan Majapahit mampu berdiri sejajar dengan negara-negara besar yang lain didunia, akan tetapi karena kekuasaan raja nyaris tak terkontrol maka kondisi internal elit politik dan para nayaka sungguh rapuh.  Kemampuan ekspansi Majapahit keluar wilayah tak dilengkapi dengan sistem pemerintahan dan perundangan yang memadai.  Kekuasaan raja yang sedemikian besar tidak dilandasi dengan konstitusi yang cukup.  Akibatnya, keputusan raja sering tak mendapatkan respon yang memadai dari para elitnya.  Parlemen sebagai representasi suara rakyat tak terdengan gaungnya (bahkan tidak ada).  Akhirnya, pemberontakan demi pemberontakan mewarnai sejarah panjang Majapahit.

Dari sinilah seharusnya Ketoprak Seri Majapahit ini berawal.   Sayangnya saya hanya menemukan 3 kaset  dari berpuluh kaset yang seharusnya. (jane pinten seri ta Mas Bondan?).  Taka apa.  Untuk sekadar bernostalgia, tiga judul ini sementara cukuplah.  Lakon hebat ini dimainkan dengan Cemerlang oleh Keluarga Ketoprak Mataram Kodam IV Diponegoro dibawah sutradara muda (ketika itu) Bondan Nusantara.

Di bawah tangan dingin Bondan, cerita ini berhasil hidup meski minimalis.  Artinya, mengulangi kesuksesan Mahesa Jenar, tiap episode selesai dalam satu kaset.  Karakter pemain terasa sangat kuat dengan plot yang jelas didasari penguasaan dialog yang luar biasa.  Berbeda dengan Ketoprak Konvensional yang pada umumnya mengandalkan improvisasi, dialog pemain dalam lakon ini jelas mengandalkan naskah (seperti kebiasaan Bondan Nusantara) sehingga dialog dan running playnya terasa runtut dan berbobot.  Tak ada satu kalimatpun yang tidak berguna.  Semua kata yang keluar dari mulut pemain tak boleh dilewatkan.

Saya bisa memastikan bahwa para sutrena ketoprak akan kecewa, karena tidak bisa secara lengkap dan runtut mendengarkan cerita ini, karena hanya 3 judul yang bisa saya ketemukan dan saya upload disini.  Akan tetapi sebagai pengobat rindu rasanya, cukuplah.

Berikut ini kami upload untuk anda Seri Majapahit dalam episode Geger Wilwatikta.

GEGER WILWATIKTA

Dimulai dengan terlihatnya lintang kemukus yang melintas di langit Majapahit yang sungguh merupakan peritiwa alam yang menggemparkan.  Kejadian ini diramalkan oleh Ratu Kahuripan sebagai pertanda buruk, bahwa Kerajaan Majapahit akan mengalami kejadian luar biasa.  Kejadian ini bukan saja akan berdampak pada rakyat, tetapi juga pada kedudukan Sang Prabu Jayanegara.

Hal ini dikuatkan oleh Patih Mahapati Halayudha ketika melaporkan saat dirinya diperintah ke Lumajang untuk mencari fakta kenapa Patih Hamangkubumi Nambi tidak pernah seba di Majapahit.  Lebih jauh, Halayuda  melaporkan bahwa setelah gagal membujuk Nambi akhirnya terjadi pertempuran dan Nambi tewas dalam pertempuran itu.  Atas laporan Halayuda pula, bahwa pertanda lintang kemukus yang membelah majapahit hari itu terkait dengan Pengkhianatan Rakyan Semi dan Rakyan Semi, abdi dan prajurit andalan Majapahit.

Betulkan Nambi Memberontak? Kenapa Rakyan Kuti dan Rakyan Semi tidak puas dan berniat memberontak kepada Majapahit?  Mengapa Halayuda demikian berpengaruh dihadapan Prabu Jayanegara.  Temukan Jawabnya dalam alur cerita yang dirangkai indah oleh Keluarga Ketoprak Mataram Kodam IV Diponegoro, dengan dukungan pemain:

  • Sri Jayanegara : Marijo
  • Bekel Dipa : Budi Wiryawan
  • Patih Mahapati Halayuda : Slamet T
  • Rakyan Kuti : Sugiyarto
  • Rakyan Semi : Mugiharjo
  • Nyai Indhu : Hendrawati
  • Bekel Lanjar : Ngabdul
  • Bekel Lanjur : Darsono
  • Tri Buwana Tunggadewi : Kadariyah
  • Kebo Taruna : Pujo Leksono
  • Salupi : Endhang
  • Pengalasan : Ing Wahono
  • Prajurit: Bondan Nr
  • Karawitan : Waliko, dkk
  • Sutradara : Bondan Nr
  • Pengarah Acara : Mulyanto S.Kar

Download Kethoprak Mataram MP3, Geger Wilwatikta

  1. Geger Wilwatikta 1_1
  2. Geger Wilwatikta 1_2
  3. Geger Wilwatikta 1_3
  4. Geger Wilwatikta 2_1
  5. Geger Wilwatikta 2_2
  6. Geger Wilwatikta 2_3

Kiamat Tahun 2012 ; Download Film 2012

4 Desember 2009 galuh 6 komentar

Tahun Duaribu Duabelas menjadi demikian fenomenal untuk dinantikan.  Tak ada yang istimewa dari perhitungan klenik yang bisa dilihat.  Beberapa tahun lalu, menjelang datangnya tahun 1999 orang gelisah untuk menantikan jatuhnya tanggal 9 September 1999.  Ketika itu, gonjang-ganjing reformasi di Indonesia belum lagi hilang asapnya.  Maka ketika santer terdengar adanya “wisik” akan terjadi sesuatu di tanggal 9-9-99 orang mulai menggeliat tantang perubahan besar dan datangnya jaman kalabendu.

Setahun kemudian, menjelang datangnya milenium baru, orang –orang mulai berdebar dengan terbitnya matahari pada millenium bug di tanggal 1 Januari 2001.  Momentum itu lewat begitu saja terkubur oleh egoisme manusia akan kepentingan-kepentingan hewaniahnya; makan, tidur, sex.  Kegelisahan itu hilang begitu saja.  Banyak yang meramalkan akan terjadi perubahan signifikan terhadap sistem komputer di seluruh dunia menjelang milenium baru.  Sistem penerbangan akan terganggu, perbankan akan ruwet, lalu rame-rame orang menarik tunai rekeningnya.  Sistem pengamanan, lift, elevator dan lain-lain yang dikendalikan oleh komputer akan chaos.  Padahal tak seorang ahli komputerpun yang meramalkan hal itu

Kita memang gampang lupa. Kegelisahan dan ketakutan yang sekarang seolah menjadi penting sebagai sarana peringatan terhadap manusia, akan hilang begitu saja setelah tahun 2012 terlewati.  Tak hanya itu, kita sering “ora sembodo” dengan sesuatu yang namanya takut dan gelisah.

Anda pernah sakit gigi?  Begitu semangatnya kita untuk mencabut gigi kita ketika gigi itu sedang kumat sakitnya.  Apapun akan ditempuh agar dokter mau mencabut gigi sialan itu.  Tak jarang pula yang berbuat konyol karena judheg pada tulang keras yang ada di dalam mulut, yang apabila dihitung konon beratnya kurang dari 1/5000 berat tubuh kita.   Lalu ktika “peringatan Tuhan” sudah lewat, gigi sudah sembuh maka sebagian besar dari kita akan melupakan semua rasa sakit, bingung, gelisah, tegang dan kekonyolan lain yang pernah dilakukan.  Yang lebih buruk, kita sering juga lupa pada sumpah dan komitmen kita untuk mencabut gigi yang pernah menyengsarakan kita lahir batin.

Saya sangat yakin, tak akan terjadi sesuatu di tahun 2012.  Apalagi peristiwa sehebat “the end of the world”.  Tak akan terjadi! Tapi sebegitu pentingkah tahun 2012 sampai MUI angkat bicara pada pemutaran film 2012.  Lihatlah antrian dibanyak gedung bioskop.  Gedung bioskop yang sejak 15 tahun terakhir nyaris tak menjadi alternatif hiburan tiba-tiba saja menjadi antrian panjang serupa BLT, Raskin dan Zakat.  Ada apa dengan Film itu?

Saya telah menontonnya.  Tak ada yang menarik.  Sama sekali tidak ada!!!  Dari segi sinematografi, dramaturgi, tema, script, teknologi film, penyutradaraan, tema, dialog bahkan “kemolekan artisnya”.  Tak satupun yang menggambarkan 2012 sebagai film berkelas.  Jika pada festival Film mendatang 2012 mendapat Oscar, Golden Globe atau setidaknya mendapatkan apresiasi pengamat terutama dari Indonesia, itulah kiamat yang sebenarnya!!!

Nah, karena jeleknya film itulah, maka saya berbagi kepada anda.  File ini saya pecah dengan G Split, jadi pastikan anda memiliki program GSplit yang sudah terinstal untuk menggabungkan klemabil file-file tersebut

Download Film 2012

Categories: Ngudarasa, Umum

Seri Syeh Jangkung; Bedhahing Ngerom

3 Desember 2009 galuh 11 komentar

Masih tentang Saridin (Syeh Jangkung) dalam perjalanan spririualnya.  Kali ini perjalanan Saridin memasuki wilayah Turki (Ngerum) yang kala itu tengah dirundung masalah.  Sultan Abukorim, Raja Turki yang berkuasa kala itu, belum didampingi permaisuri dirasakan oleh para sentana dan punggawa kasultanan sebagai hal yang sangat mengganggu dan berdampak pada kewibawaan Sultan.  Oleh karena itu, atas Bujukan Patih Johanpre Sultan Abukorim diminta untuk mencari puteri sebagai permaisuri Kasultanan Ngerum.  Patih Johanpre memperlihatkan gambar perempuan cantik dari seluruh penjuru dunia untuk dipilih oleh sultan.  Sudah banyak gambar yang diperlihatkan oleh Patih Johanpree mulai dari Puteri Jepang, Cina, India dan lain lain tetapi belum memenuhi harapan Sultan Abukorim, kecuali gambar seorang puteri yang berasal dari Tanah Jawa, puteri Sultan Agung Hanyakrakusuma, yang sangat menarik Hati Sultan Abukorim.

Patih Johanpre menolak ketika diperintah untuk melamar Putri Sultan Agung hanyakrakusuma tersebut.  Bahkan sudah berani memastikan bahwa Sultan Agung Hanyakrakusuma tidak akan menyerahkan puterinya jika dilamar oleh orang asing.  Lebih buruk lagi, Patih Johanpre menyarankan untuk menculik Putri Tamnah jawa tersebut.  Sekali lagi, dengan berbagai alasan Patih Johanpre juga menolak ketika diperintah untuk menculik Putri Sultan Agung Hanyakrakusuma.  Akhirnya, Sultan Abukorim sendiri yang harus melaksanakan rencana penculikan putri idamannnya itu.

Sementara itu, perjalanan laut Saridin dengan naik buah kelapa sampai di Pesisir Selatan tanah jawa dibawah wilayah kekuasaan Mataram.  Ketika tiba-tiba buah kelapa itu terdampar dipantai, naluri Saridin membisikkan akan adanya sebuah peritiwa besar di wilayah Mataram.

Sangat jelas, bahwa peristiwa ini terkait dengan penculikan puteri Sultan Agung Hanyakrakusuma oleh Sultan Ngerum, Abukorim.  Tapi bagaimana kejadiannnya?  Bagaimana Saridin bisa masuk ke wilayah Mataram?  Apakah Syeh Malaya (Sunan Kalijaga) masih berperan? Bagaimana hubungannya dengan judul lakon Bedhahing Ngerum? Berhasilkan Sultan Abukorim menculik Puteri Mataram?  Kenapa Patih Johanpre menolak menjalankan perintah Sultan Abukorim? dan masih banyak pertanyaan lain yang hanya bisa terjawab apabila anda mendengarkan secara runtut cerita ini.

Nah, meski saya sudah mendengarkan secara lengkap cerita ini, saya tak hendak menceritakan lagi kepada anda karena jika anda sudah mengetahui ceritanya, pasti anda tak akan mendownload file MP3 yang saya sediakan dan tujuan saya untuk berbagai seni ketoprak kepada anda, tidak tercapai :)

Para pendukung cerita yang tergabung dalam Paguyuban Ketoprak Sri Kencana, Pati masih seperti episode terdahulu:

  • Sultan Abokorim: Asmo Rahajo
  • Patih Johanpre: Suparjo
  • Ibu ratu Sepuh: Sutinah
  • Syeh Jangkung: Tumijan
  • Retno Jinoli: Juriah
  • Sultan Agung Hanyakrakusuma: Martono
  • Patih Nerangkusuma: Sariyanto
  • Warannggana: Purwanti, Ribut
  • Pimpinan Karawitan: Atmosami
  • Dagelan: Kecik / Markum
  • Sutradara: Asmo Raharjo
  • Pimpinan: D. Sugianto

Silahkan nikmati Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum berikut ini

  1. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum1_1
  2. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum1_2
  3. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum1_3
  4. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum2_1
  5. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum2_2
  6. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum2_3
  7. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum3_1
  8. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum3_2
  9. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum3_3
  10. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum4_1
  11. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum4_2
  12. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum4_3
  13. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum5_1
  14. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum5_2
  15. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum5_3
  16. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum6_1
  17. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum6_2
  18. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum6_3
  19. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum7_1
  20. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum7_2
  21. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum7_3
  22. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum8_1
  23. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum8_2
  24. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum8_3(tamat)

Episode  Saridin (Syeh Jangkung)  sebelumnya

Episode Saridin (Syeh Jangkung Selanjutnya)

  • Sultan Agung Tani
  • Dumadine Lulang Kebo Landoh.
Categories: Ketoprak, Umum

Wahyudiono, Wahyu

29 November 2009 galuh 18 komentar

Bagi yang menggemari teater, barangkali pernah menyaksikan pementasan Menunggu Godot yang merupakan “naskah wajib” untuk ditonton oleh para pecinta teater. WS Rendra menterjemahkan naskah ini dari sumber aslinya “ Wait Time For Godot” karya Samuel Barclay Beckett  (1906 – 1089) yang kemudian dipentaskan oleh Bengkel Beater secara cemerlang.

Menyaksikan pentas Menunggu Godot sungguh merupakan upaya untuk mengapresiasi seni dan karakter manusia kemudian menterjemahkannnya  dalam imaginasi masing-masing, hamper tanpa batas.  Godot adalah sosok hebat yang dibicarakan oleh semua pemain sepanjang pementasan.   Semua tokoh dalam cerita ini menyebut nama Godot lebih dari sepuluh kali.  Godot adalah pribadi istimewa dalam kapasitasnuya sebagai manusia.  Ia adalah pahlawan dan tokoh sentral dalam pementasan.

Ketika hampir mencapai puncak dan “si Godot” diceritakan hampir datang (Semua pemain melihat kearah yang sama dengan sangat bahagia sekaligus gelisah), tiba-tiba saja yang muncul adalah orang lain.  Begitu seterusnya sampai pementasan selesai penonton tidak pernah melihat sosok Godot yang istimewa itu.

Begitulah, ketika kegelisahan saya hampir mencapai puncak pada tanggal 23 November, dimana Mas Wahyudiono Wahyu mengabarkan akan berada tak lebih dari setengah jam perjalanan dari rumah saya, tiba-tiba seperti menunggu Godot, sosok hebat itu tak pernah saya jumpai.  Bukan berarti dia ingkar janji, tetapi lebih karena kesalahan saya yang dalam beberapa minggu terakhir mengharapkan kedatangannnya.

Sejauh ini, dia saya kenal sebagai sosok yang flamboyant kendati berpenampilan garang.  Duduk di taman dengan senyum wajar, mata lurus kedepan, tegak tidak dipaksakan membuatnya menjadi sosok yang layak dinantikan.  Dia telah mengantar saya untuk melihat Jazz sebagai musik yang enteng, didengarkan tanpa mengernyitkan kening.  Selama ini, jazz saya kenal sebagai musik yang membutuhkan pemahaman khusus untuk mendengarkannya, tapi begitu dia memeilihkan beberapa lagu Shakatak tiba-tiba saja jazz terasa seperti nasi pecel.  Enak, gampang, murah dan cocok untuk semua suasana.  Nampaknya secara tak sengaja dia telah mengajarkan pada saya bagaimana menikmati musik dengan cara benar dan sederhana.

Wahyudiono.  Ya, Saya hampir  menganggap lelaki ini eksentrik, ketika memilihkan untuk saya beberapa lagu keroncong dari Bram Titaley (Bram Aceh). Keroncongpun tiba-tiba  terasa ringan dan “fresh”.  Entah bagaimana konsep musik menurut dia, yang pasti semua yang diperkenalkannya kepada saya terasa sangat berselera, kendati dengan kemasan sederhana.

Tetapi diatas semuanya, Ludruk dan Wayang Kulit ternyata mendapat tempat yang istimewa di gendang telinganya.  Kartolo dan Nartosabdho adalah dua nama yang selalu ada.  Sempurnalah sudah perannnya sebagai Godot.

Begitulah saya mengenal lelaki ini sebagai Godot.  Kendati tak relevan benar (karena sebagian besar karena kesalahan saya) tetapi kegagalan moment bertemu dengannnya di Solo tanggal 23 November 2009 yang lalu sungguh membuat saya kecewa.  Pada waktu montor maburnya, tumedhak di kota Solo dan saya punya tak kurang dari 12 jam untuk menemuinya dan setelah tokoh ini glibat-glibet di hati saya sebagai sosok yang aneh, flamboyant, rendah hati dan gentle maka di moment terakhir saya harus kecewa karena ternyata saya Menunggu Godot.

Untuk Mas Wahyudiono, Saya tidak tahu bagaimana harus berterima kasih dan meminta maaf kepada anda karena diluar kehendak saya, saya harus mengecewakan anda.  Pada saatnya nanti, saya pastikan untuk tidak lagi menjadikan anda Godot.

Oh ya, barangkali anda berkenan menikmati bosas (katanya masih nak ndulur dengan jazz) dengan tema dan akar yang lain, barangkali ini bis a anda pertimbangkan.

  1. Wong Cilik
  2. Bocah Ndesa
  3. Bengawan Solo
  4. Caping Gunung
  5. Cinta Tak Terpisahkan
  6. Kudu Misuh
  7. Gambang Semarang
  8. Getuk
  9. Ikhlas
  10. Isih Tresna
  11. Janjimu
  12. Kasmaran
  13. Kena Godha
  14. Ketaman Asmara
  15. Kuncung
  16. Kusumaning Ati
  17. Layang Kangen
  18. Lingsir Wengi
  19. Lingsa Tresna
  20. Mawar Biru
  21. Nagih Janji
  22. Nandhang Branta
  23. Pupus Tresna
  24. Sewu Kutha
  25. Stasiun Balapan
  26. Tangise Ati
  27. Tanjung Mas Ninggal Janji
  28. Tanjung Perak
  29. Terminal Tirtanadi
  30. Walang kekek
  31. Wengi Sepi
Categories: Ngudarasa, Umum

Dalang Poer, Kudu Misuh

29 November 2009 galuh 3 komentar

Saat pertama saya mendengar lagu ini, saya tak melihat ada sesuatu yang istimewa.  Sari aspek musikalisasi terlihat sangat-sangat standard.  Lagu ini nampak jelas tanpa konsep aransement yang khusus.  Ia hanya dimainkan dengan electone.  Dari segi syair, lagu inipun tak ada yang istimewa.  Dia hanya bercerita tentang kehidupan rata-rata kelas bawah orang Indonesia.  Kesulitan ekonomi, mencari pekerjaan,  putus asa lalu menyalahkan keadaan dan mengumpat.

Dari syair yang ditulis untuk mengangkat temapun juga tak ada yang expert.  Pilhan kata-katanya sangat umum, terlalu gampang dan terkesan serampangan.  Tapi  kenapa lagu ini menarik?

Bagi saya adalah Keberanian dalang pur mengemas sesuatu yang biasa.  Lagu biasa, tema biasa, musik biasa.  Tak ada yang istimewa.  Semua mengalir lancar, tanpa beban.  Ibarat oertandingan sepakbola antara TIMNAS melawan Barcelona.  Menang ya syukur, umpama kalah memang sudah pada tempatnya.

coba ta gagasen lelakonku iki /ra ana senenge susah sing tak temoni / ngolah ngalih gaweyan kabeh ra nate ngundhuh/ dina-dina isine mung kudu misuh, embuh!

nyoba nggarap sawah tinggalane wong tuwaku/ gumunku saben tandur rega rabuke dhuwur/ bareng tiba panen, rega gabahe mudhun/ kabeh modhal utangan ora bisa kesaur, ajur!

sawah tak dol murah, aku nyicil angkudes/ lagi nyopir seminggu rega bensine ngenthes/ tarif tak undhakke penupang ngrundel ae/ kerep telat oli, rusak ring sak metale, oh.. kere!

montor ngangkrag neng mbengkel, ra bisa ogel-ogel/  rasane uripku mung kari thengel-thengel/ nyepi nyang kuburan golek tembusan togel/ nomer ngeblong terus, aku tambah dhedhel dhuwel, oh… gathel!

kabeh daln wis buntu, aku nekad mbandar dadu/ durung ana sing udhu/ keamanan wis njaluk sangu/ ana oknum tentara, ana oknum pulisi/ buka’an wing-wingi wis kerep tak amplopi/ bareng prei ra nyangoni aku diseret nyang mbui, di ganjar telung sasi/ misuh sak jroning ati…. diancuk!!!!

Begitulah, ditelinga saya lagu ini terasa nikmat.

Dalang Poer, Kudu Misuh

Categories: Umum

Ketoprak Mataram, HAMENGKUBUWANA I

11 November 2009 galuh 9 komentar

HB1Bumi Sukawati yang di berikan oleh Susuhunan Pakubuwana II kepada Pangeran Mangkubumi sebanyak 2000 karya dianggap oleh sebagian para pangeran dan tumengung  terlalu luas yang apabila dibiarkan akan menimbulkan rasa iri yang pada gilirannnya bisa menjatuhkan wibawa Susuhunan Pakubuwana II.  Hal ini dikemukakan oleh Patih Pringgalaya ketika pasowanan agung Kasunanan Surakarta.

pangeran mangkubumiSayangnya, Pakubuwana II termakan oleh hasutan Patih Pringalaya tersebut dan memutuskan untuk mengurangi Tanah Hak milik Mangkubumi sebanyak 1000 karya dan sekaligus diberikan kepada patih Pringgalaya.

Pada saat yang sama datang Residen Hongdorf atas nama Gubernur Hindia Belanda di Batavia untuk membicarakan balas jasa yang harus diberikan oleh Susuhunan Pakubuwana II kepada Kompeni ketika membantu Geger Pacinan beberapa saat sebelumnya.  Adapun syarat yang dimajukan oleh Hongedorf antara lain:

  1. Pekalongan sampai Jepara harus disewakan kepada Kompeni
  2. Susuhunan Pakubuwana II mengijinkan Bengawan Solo digunakan oleh Belanda untuk memasukkan kapal dagang mereka.
  3. Penggantian tahta Kasunanan harus mendapat persetujuan Gubernur JenLambang_Pakubuwanaderal Belanda.
  4. Untuk menjaga keselamatan Pakubuwana II, Kumpeni bermaksud membangun beteng pertahanan di sekitar keraton Kasunanan.

Sekali lagi, Pakubuwana II termakan hasutan Patih Pringgalaya dan menandatangani perjanjian yang dibuat oleh Hongedorf tersebut.  Kemudian hari ternyata kesalahan ini berdampak pada sejarah panjang Kasunanan Surakarta Hadiningrat.  Tentu saja Mangkubumi menolak keputusan yang dibuat secara sepihak oleh Susuhunan Pakubuwana II dan akan mempertahankan Bumi Sukawati, bukan saja dari Pakubuwana II tetapi juga dari Kumpeni Belanda.

LambangHBKetika mangkubumi secara terang-terangan bermaksud meninggalkan keraton, Susuhunan Pakubuwana II justru memberikan restu dan menyerahkan 2 buah tombak untuk dipilih oleh Mangkubumi sebagai senjata dalam melawan Belanda.  Mangkubumi memilih tombak ditangan kiri Pakubuwana II yang ternyata itulah Tombak Kyai Plered.  Seperti kita ketahui, siapapun yang mampu menerima Kyai Plered, dialah yang mampu menerima “wahyu ratu”

Kisah panjang ini terangkai dengan sangat indah dan runtut oleh Keluarga Ketoprak Mataram Kodam VII Diponegoro pimpinan Bagong Kussudiharjo dengan dukungan pemain yang tak diragukan lagi kemampuan dan penjiwaannnya:

  1. Sunan Pakubuwana II :    Marjiyo
  2. Patih Pringgalaya:    Mujiman AP
  3. Tumenggung Martakusuma :    Darmaji
  4. Tumenggung Sindunegara :    Sukiryanto
  5. Tumenggung Martalegawa  :    Ngadena
  6. Kunthing :    Miyanto
  7. Pangeran Mangkubumi:    Widayat
  8. Mas Ayu Tejawati   :    A. Poniyah
  9. Rara Ayu Asmarawati  :    Marsidah, BSc
  10. Kyai Dipasanta :    IG Wahana
  11. Tumenggung Jaya Kartika Dhelo :    Pujaleksana
  12. Suwandi Suryanegara :    Anjarwani
  13. Ki Jadrana  :    Cokrodiharjo
  14. Mertakusuma :    Lamido
  15. Rangga Wirasentika :    Kasimin
  16. Emban :    Siti Hasiyah
  17. Nyi Paridan Martapura  :    Sumilah
  18. Paridan Martapura :    Mugiharjo
  19. Residen Hongedorf:    Rukiman Nuryapangarsa

Download MP3 Ketoprak Mataram Sapta Mandala Kodam VII Diponegoro

  1. Hamengkubuwana I_01_1
  2. Hamengkubuwana I_01_2
  3. Hamengkubuwana I_01_3
  4. Hamengkubuwana I_02_1
  5. Hamengkubuwana I_02_2
  6. Hamengkubuwana I_02_3
  7. Hamengkubuwana I_03_1
  8. Hamengkubuwana I_03_2
  9. Hamengkubuwana I_03_3
  10. Hamengkubuwana I_04_1
  11. Hamengkubuwana I_04_2
  12. Hamengkubuwana I_04_3

Ki H Anom Suroto, Wahyu Tohjali

6 November 2009 galuh 3 komentar

batara-guruBeberapa hari terakhir, perhatian publik tersita pada kasus “rebut benar” antara KPK dengan Polisi dan Kejaksaan.  Masing-masing mengusung bukti dan argumentasi yang kesemuanya tampak benar, tampak realistis dan anehnya tampak masuk akal. Mata saya yang awam, fikiran saya yang bebal serta nalar saya yang pendek benar-benar dibuat bingung yang bermuara pada ketidak mampuan saya untuk menganalisis kebenaran.  Akibatnya, saya mulai ragu dengan sesuatu yang bernama “kebenaran”, kendati saya sangat yakin bahwa kebenaran itu ada, kebenaran itu nyata dan sungguh suatu keniscayaan.  Tetapi sekali lagi, berhadapan dengan para akademisi, politisi dan praktisi yang memiliki kemampuan dan daya linuwih untuk “membuat kebenaran”, menjadikan kebenaran menjadi samar-samar dan sulit saya mengerti maknanya.

DewasraniBy The Way, Jauh sebelum Arjuna dilahirkan, para dewa sudah nggadhang-nggadhang pada saatnya nanti akan mendapatkan Wahyu Tohjali. Secara harfiah Tohjali berasal dari kata “toh” dan “jali”. Toh berarti pertaruhan atau jaminan, sedangkan jali merupakan akar kata dari “jalu” yang artinya anak.  Sehingga Tohjali dapat diartikan sebagai “jaminan untuk anak”.  Wahyu Tohjali adalah wahyu untuk menjamin kehidupan anak yanng diharapkan bisa menjadi generasi yang Qura’ta’ayuun.  Bahkan ketika Bethari Durga menghadap Bethara Guru, untuk meminta Wahyu Tohjali bagi Dewa Srani, anak lelakinya (yang konon merupakan akan hasil affairnya dengan Bethara Guru).  Bahkan demi mendapatkan Wahyu Tohjali, Bethari Durga sempat “ngundhamana” benthara Guru sebagai ayah yang tidak bertanggung jawab.

Batari DurgaKarena bujukan Bethari Durga, Bethara Guru berjanji untuk memberikan Wahyu Tohjali kepada Dewa Srani.  Hal ini tentu saja membuat para dewa, terutama bethara Narada  terhenyak mengingat sejak awal dan sesuai dengan suratan, Wahyu Tohjali diperuntukkan Bagi Arjuna.  Maka dengan kekuasaannya Bethara Guru mengerahkan semua potensi di Kahyangan Jonggring Saloka untuk memuluskan rencana merekayasa agar Wahyu Tohjali jatuh pada Dewa Srani.  Bethara Brama, Bethara Indra dan Bethara Bayu dilibatkan baik secara langsung ataupun tidak langsung dalam konspirasi tingkat tinggi untuk “mengebiri” dan mencari kesalahan Arjuna.  Tak hanya itu, Bethara Kala dan Bethari Durga pun dilibatkan dalam skenario besar dengan pembagian tugas yang terperinci.

Sebuah pertanyaan muncul, siapa yang sebenarnya yang memiliki kewenangan untuk menyerahkan Wahyu Tohjali?  Secara tegas, Bethara Guru mengatakan bahwa purbawasesa tentang Wahyu Tohjali sepenunya berada di tangan Sang Hyang Wenang.  Itu artinya, Bethara Guru merusaha untuk merekayasa agar secara hukum tindakan bathara guru menyerahkan Wahyu Tohjali kepada Dewa Srani dapat dibenarkan.

Langkah awal dan yang tampak didepan mata adalah melenyapkan Arjuna.  Maka Bathara Guru memerintahkan kepada Dewa Srani untuk membunuh Arjuna yang sedang bertapa di Gungung Harjuna.  Bethari Durga jelas tidak bisa menerima saran ini, karena jika bertempur secara terbuka Arjuna terlalu sakti untuk dikalahkan oleh Dewa Srani.  Akan tetapi ternyata Bethara Guru memberikan bantuan kepada Dewa  Srani baik secara fisik, teknis maupun finansial.  Sayangnya langkah ini tidak bisa dilaksanaan dengan mulus, mengingat Arjuna memiliki dukungan publik yang sangat besar dan trak record Arjuna selama ini dipandang sangat baik.  Arjuna telah memiliki banyak jasa dalam mengungkap dan menyelesaikan berbagai masalah di Kahyangan Jonggring Saloka.

Dan sungguh, pada akhirnya Arjunalah yang mendapatkan Wahyu Tohjali.  Dialah ksatria yang mampu menitiskan Raja Besar kelak dikemudian hari.  Akan tetapi pesan moral manakah yang bisa kita ambil dari Lakon Wahyu Tohjali ini?

Dewa –sekalipun memiliki kekuasaan yang sangat besar- pada hakikatnya hanyalah pemegang amanat dari Sang Hyang Wenang.  Jabatan “dewa” yang disandang Bethara Guru dan para mafiosonya adalah amanat yang harus dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab.  Dia hanyalah pelaksana kedaulatan dan kepercayaan dari Sang Hyang Wenang yang merupakan representasi dari kekuasaan hakiki, rakyat!  Membohongi rakyat dan menyalah gunakan kewenangan karena dirinya dewa, pada hakikatnya telah mengkhianati amanat dari Sang Hyang wenang.

KPK, Polisi, DPR, Jaksa dan lain sebagainya pada dasarnya adalah pemegang amanat dari Sang Hyang Wenang.  Entah siapa yang anda representasikan sebagai KPK, Polisi, Kejaksaan dan DPR itu tidak lagi penting.  Yang lebih penting adalah ada Arjuna yang telah menjadi korban konspirasi besar di Jongging Saloka untuk Wahyu Tohjali.  Tetapi bagaimanapun pada akhirnya kebenaran akan bicara meski tak bermulut.  Kebenaran akan melihat meski tak bermata.  Kebenaran akan mendengar meski tak bertelinga.  Karena kebenaran tetaplah kebenaran.  Ia adalah sebuaah keniscayaan.

Lupakan semua, biarkan mereka berebut benar, karena bukan mereka yang bisa mengatur Wahyu Tohjali, tetapi Wahyu Tohjalilah yang akan melekat pada kastria yang benar-benar berwatak bawa leksana. Maka lebih baik dengarkan saja  Lakon Wayang dalam Format MP3 dengan cerita Wahyu Tohjali oleh dalang KI H Anom Suroto.  Siapa tahu Wahyu Tohjali justru akan turun kepada anda, karena dimata Tuhan kita sama-sama memiliki hak untuk itu.

Download Wayang Kulit MP3 Wahyu Tohjali

  1. Wahyu Tohjali_01
  2. Wahyu Tohjali_02
  3. Wahyu Tohjali_03
  4. Wahyu Tohjali_04
  5. Wahyu Tohjali_05
  6. Wahyu Tohjali_06
  7. Wahyu Tohjali_07
  8. Wahyu Tohjali_08
  9. Wahyu Tohjali_09
  10. Wahyu Tohjali_10
  11. Wahyu Tohjali_11
  12. Wahyu Tohjali_12
  13. Wahyu Tohjali_13
  14. Wahyu Tohjali_14
  15. Wahyu Tohjali_15
  16. Wahyu Tohjali_16 (tamat)
Categories: Umum

Ki Narto Sabdho, Banjaran Arjuna 2

3 November 2009 galuh 1 comment
  • Wayang Kulit : Sumbangan Mas Suhandoko (Denpasar)
  • Lakon               : Banjaran Arjuna 2
  • Dalang              : Ki Narto Sabdho
  • File                     : MP3, 32kbps /44100 Khz/ 16 file a 16 mb

Raden ArjunaSuhandoko (Denpasar)Beberapa waktu yang lalu, Mas Suhandoko (Denpasar) menginformasikan pada saya bahwa beliau telah mengirimkan 3 keping CD yang terdiri dari 1 Lakon Wayang, 1 Cerita Lawak Jadul Warkop, dan beberapa judul ludruk  Kartolo CS yang terdorong oleh keinginannnya untuk berbagi, meminta kepada saya untuk memposting  di blog ini dengan harapan bisa dinikmati oleh lebih banyak para sutresna budaya.  Semua materi dalam CD tersebut sungguh sangat menarik sehingga saya sempat kesulitan, mana yang mesti saya posting lebih dahulu.  Dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya putuskan untuk terlebih dahulu memposting KI Narto Sabdo dengan Lakon Banjaran Arjuna 2.

Berbeda dengan Lakon Banjaran yang di bawakan oleh Ki Nartosabdo yang biasanya selesai dengan sekali “tancep kayon”, lakon Banjaran Arjuna terdiri atas 2 seri masing-masing Banjaran Arjuna I dan Banjaran Arjuna 2.  Bajaran Arjuna I menceritakan kisah Arjuna sejak lahir sampai menjelang pernikahannnya dengan Dewi Brata Jaya.  Sedang Banjaran Arjuna II dimulai dari Arjuna menikahi  Dewi Brata Jaya sampai dengan Baratayudha.

Dewi Brata JayaMengulas cerita yang dibawakan Dalang Legendaris semacam KI Nartosabdo seakan menggelar sekian banyak kebaikan yang dirangkai secara runtut sejak talu sampai perang brubuh.  Hampir tak bisa deketemukan kelemahannnya.  Oleh karenanya pada postingan kali ini saya tak hendak mengulas materi pewayangan serta aspek-aspek teknis yang lain tetapi lebih menekankan pada cerita.

Cerita ini dimulai dengan kegelisahan Para pandawa ketika menanti kedatangan Dewi Kunti dari Negara Dwarawati dalam rangka melamar Dewi Brata Jaya untuk dinikahkan dengan Raden Arjuna.  Akan tetapi ternyata Dewi Kunthi Datang dengan membawa berita yang tidak menggembirakan.  Hal ini disebabkan persyaratan yang diajukan oleh Prabu Baladewa sungguh diluar dugaan Para Pandhawa.  Dewi Brata Jaya bersedia dipersunting oleh siapapun pria yang mampu menyediakan

  1. Pangarak temanten dari Amarta ke Dwarati harus naik Kereta Kencana yang ditarik kuda raksasa.
  2. Pesta penganten harus dilaksanakan di balai kencana yang “saka sak domas”
  3. Pengarak pengantin harus diiringi Gamelan Lokananta yang berbunyi di angkasa.
  4. Serah terima pengantin harus dilengkapi Kebo Ndanu 140 yang “ pancal panggung”
  5. Abon-abo Suralaya yang berupa kayu klepu dewa ndaru, kembar mayang, gedhang mas pupus cindhe, lombok, terong yang berisi mutiara
  6. Kereta harus dikemudikan oleh kera putih yang bisa menyanyi (ngidung) dan mampu beksa (joget)
  7. Dalam waktu tujuh hari semua persyaratan harus tersedia.  Jika tidak berhasil, maka lamaran De3wi Kunti ditolak.

Semula pendhawa menganggap bahwa persyaratan ini berari penolakan karena hampir semua unsur yang disyaratkan  hampir tak mampu di wujudkan.  Akan tetapi Resi Wiyasa memandang persyaratan itu justru menguntungkan Pendhawa, karena hampir semua syarat tadi dimiliki oleh Pandawa.

Yang menarik dari jawaban atas pertasyaratan tadi, ternyata selesai ditangan Semar dan Anoman, yang merupakan representasi dari Kawula Alit dan Rohaniwan.  Semar drekomendasikan oleh Abiyasa untuk dimintai pertimbangan sebagai simbol wong cilik. Sedangkan Anoman merupakan simbol manusia yang sudah “menep”.  Merekalah yang pada akhirnya mampu mnyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh para ksatria.

Seperti biasa, KI Narto Sabdo menyisipkan pengetahuan tentang sastra dan budaya jawa secara sangat proporsional ditengah dialog para tokoh yang dengan nyaman dapat anda ikuti.

Selengkapnya, kami persilahkan anda untuk menikmati salah satu karya besar dari seniman yang belum ada tandingannnya, Ki Narto Sabdho dalam Lakon Banjaran Arjuna II.  Selamat Menikmati……….

  1. Banjaran Arjuna 2_01
  2. Banjaran Arjuna 2_02
  3. Banjaran Arjuna 2_03
  4. Banjaran Arjuna 2_04
  5. Banjaran Arjuna 2_05
  6. Banjaran Arjuna 2_06
  7. Banjaran Arjuna 2_07
  8. Banjaran Arjuna 2_08
  9. Banjaran Arjuna 2_09
  10. Banjaran Arjuna 2_10
  11. Banjaran Arjuna 2_11
  12. Banjaran Arjuna 2_12
  13. Banjaran Arjuna 2_13
  14. Banjaran Arjuna 2_14
  15. Banjaran Arjuna 2_15
  16. Banjaran Arjuna 2_16 (tamat)

Barangkali diantara anda ada yang kurang familiar dengan 4shared, maka pucuk dicinta  ulam tiba Mas Edy Listanto rekan lain yang “sama buaya”nya dengan Mas Handoko jika sudah ngembug Narto Sabdo yang ditengah kesibukannya juga ngopeni blog edy listanto’s blog) memberikan link yang lain untuk Lakon Banjaran Arjuna 2 di MediaFire. Mangga, silahkan donwload disini

BANJARAN ARJUNA2 (MEDIA FIRE by EDY LISTANTO)

Catatan:

Untuk Mas Suhandoko (Denpasar) dan Mas Edy Listanto

Mewakili rekan-rekan setresna budaya wayang kulit, saya mengucapkan terima kasih atas semua jerih payah dan dedikasinya dalam nguri-uri seni budaya jawa. Ditunggu untuk cerita-cerita selanjutnya.

Ki H. Anom Suroto, Anggada mBalela (live)

31 Oktober 2009 galuh 25 komentar

Wayang Kulit
Sumbangan : Toni Raharjo
Lakon            : Anggada mBalela
Dalang           : Ki H. Anom Suroto
Format          : MP3, 128/ 44100 / 32 kb / 6 file (tamat)

Raden Anggada

ANGGADA MBALELA

oleh : Toni Rahardjo

toni-raharjoAdalah Anggada, yang secara langsung tidak setuju dengan rencana Prabu Rama mengangkat Dasawilukrama menjadi raja sebagai pengganti Prabu Rama kelak. Pendapat Anggoda di pasewakan agung ini dipandang sebagai bentuk ketidaksetujuan Anggada kepada Prabu Rama dan juga tidak mencerminkan tata krama.

Di Pancawati konon bahwa banyak para punggawa dan warganya itu kera tetapi menjunjung tinggi tatakrama. Dan hal ini mendorong Nerpati Sugriwa memberikan hukuman kepada Anggoda, tetapi bukanya gampang menangkap Anggoda, kera yang masih saudara dengan Hanoman ini bahkan membuat pontang panting semua satriya Pancawati, dan untungnya Hanoman segera melerai dan memberi petuah kepada Anggoda dimana letak kesalahanya.

narpati sugriwaAkhirnya selesailah perang bubah ini dengan maunya Anggoda dimasukan pakunjaran oleh Hanoman.

Dengan di masukanya Aggoda di penjara apakah Dasawilukrama bisa segera memimpin negara Pancawati? dan bagaimana akhirnya nasib negara Pancawati ini ? Mari kita dengarkan dengan seksama cerita ini.

Pegeralan yang di langsungkan 2 tahun lalu di kota Kediri ini di hadiri bintang tamu, Cak Diqin, Wiwid dan Sukesi. Sangat kocak dan lucu sekali, tetapi Ki H Anom suroto yang di bantu Prasetyo Bayu aji tetap memperhatikan sanggit ceritanya, dan tentu suluk Ki Haji Anom Suroto yang sangat memukau ini bisa mengobati rindu kita saat melihat pagelaran wayang langsung.

Silahkan download fiel Anggada mBalela (live) pada link dibawah ini

  1. Anggada mBalela 1
  2. Anggada mBalela 2
  3. Anggada mBalela 3
  4. Anggada mBalela 4
  5. Anggada mBalela 5
  6. Anggada mBalela 6

Catatan:

Untuk Mas Toni Rahardjo

Mewakili rekan-rekan setresna budaya wayang kulit, saya mengucapkan terima kasih atas semua jerih payah dan dedikasinya dalam nguri-uri seni budaya jawa. Ditunggu untuk cerita-cerita selanjutnya.